Wednesday, December 20, 2017

Goresan Tinta Pertemanan

Lingkaran pertemanan yang membentuk pribadi kita.


Perihal teman semua orang punya arti berbeda terhadap individu lainnya yang di sebutnya sebagai teman. Ada yang mengartikan teman dalam artian luasnya bisa juga di sebut sebagai kawan, sahabat, rekan kerja, dan masih banyak lagi tentunya.

Teman juga biasanya ga pandang umur ya. Ada teman yang bisa lebih muda dari kita, ada pula teman yang bahkan umurnya lebih tua dari kita.

Bicara teman juga jadi ingat kejadian yang sangat umum dan sangat tidak menyenangkan untuk di ingat. Kejadian yang di dapat seorang teman lama tapi memang tidak terlalu dekat dengan ku sih.

Pemuda bernama ridwan yang memang berasal dari kalangan tercukupi, mendadak mendapat cobaan dalam hidupnya. Keadaan terpuruk yang dialaminya membuat teman yang dulu dekat dengan nya menjadi pergi dan hilang tanpa kabar selama beberapa pekan.
Baca Juga : Cara Mengatasi Kesedihan

Perasaan yang kacau membuat dia mengutarakannya denganku, sembari menguatkan diri dia cuman bisa bilang “Hidup kok berat gini ya ju? Pas lagi ada aja teman dekat, pas lagi kek gini malah temen yang awalnya dekat malah ngilang”, dengan rasa bingung yang membuat aku susah ngomong pun cuman bisa jawab “sabar aja wan, mungkin ini cobaan yang di berikan allah buat kau.Dari inilah mungkin allah kepingin kau menjadi pribadi yang lebih baik”.

Dari mendengar cerita yang di alami ridwan jugalah buat aku ingat pesan yang selalu di sampaikan ayah, yang selalu bisa menjadi panutan terbaik dalam hidup.
Beliau selalu berpesan “Nak, pandailah mencari teman karena teman di dunia ini cuman ada 2 yaitu teman yang baik dan teman yang buruk. Boleh berteman dengan siapa saja asal tahu batasannya.”

Teman yang baik

Banyak teman banyak pula macam sifatnya tapi teman yang baik adalah seseorang yang bisa mengajak kita tertuju pada yang baik-baik, entah itu secara lisan ataupun perilaku. Teman yang seperti ini tidak harus adalah teman yang sudah saling kenal lama, bisa pula teman yang baru kenal satu atau dua tahun tapi sudah terbangun komunikasi yang baik.

Teman yang bisa ada di waktu kita dalam keadaan berada bahkan dalam keadaan susah sekalipun. Karena teman seperti ini pasti ada tapi kebanyakan sih sulit untuk di jumpai.

Teman yang buruk

Tidak mesti harus selalu bilang kalo teman yang buruk itu buat kita jadi seorang penjahat, yah enggak. Seperti dalam kejadian yang di alami ridwan adalah salah satu contoh yang bisa menggambarkan teman yang buruk itu seperti apa.

Yang buat jadi bingung itu adalah teman yang hanya bisa ada jika dia butuh, bukannya teman yang ada jika dia di butuhkan. Sifat yang lekat pada orang yang hanya mau dianya aja tuh yang enak, yang lain mah masa bodoh pikirnya.

Benar apa kata pesan beliau yang di ucapkannya kepadaku, yang harus selalu di ingat dan semoga aja kita ga jadi pribadi yang buruk untuk orang lain.

sumber pictures :
https://pixabay.com/en/friendship-fun-back-light-funny-2366955/

28 comments

kalau dalam agama lebih ketat lagi aturannya bang agama seseorang dilihat dari teman dekatnya, kemudian ada lagi di hari kemudian orang -orang akan dikumpulkan dengan orang yang ia sayangi (sahabatnya), kalau kita berteman dengan penjual parfum kita akan terpercik harumnya , kalau kita berteman dengan pandai besi meski dari jauh melihatnya baju kita akan bolong terpercik bunga api

Suka komentar bang kadir, memang lingkungan pertemanan menggambarkan diri kita juga

pernah saya bang di kasih tau sama mama saya
"temanmu tidak ada yang salah, yang salah adalah pemikiran kamu terhadap temanmu" tapi banyak juga teman yang memang gak ngerti sama apa yang kita harapkan. tapi itulah teman bang, kalau gak kayak gitu kita gak ngerti mana yang baik dan mana yang patut dijadikan teman sekedar lewat. heeee

kalau saya lebih menyikapinya begini bang rusdi

ada teman yang memang tidak baik dan itu sebenarnya Allah menyuruh kita menjadi penuntun kepada teman kita ke arah kebaikan dan Allah ingin kita berbagi ilmu mengenai baik buruknya dalam hidup dan saling mengingatkan perihal amar ma'ruf nahi mungkar.

pernah kejadian di Kalimantan Timur ada seorang yang meninggal. semasa hidupnya di sering berkumpul dengan pemain judi, ketika meninggal orang banyak menganggap dia adalah penjudi dan sampai hampir tidak ada yang mau menyolatkannya saat dia meninggal. dalam cerita tersebut si istri berucap, apakah harus aku membuang jasad suamiku kesungai mahakam. yaa Allah tolonglah kami dan berilah jalan kebaikan.

singkat cerita entah dari mana tiba-tiba datang Guru Haji Jaini Abdul Gani (Tuan Guru Ijai atau Tuan Guru Sekumpul Martapura). padahal jarak antara banjarmasin dan kaltim sangat jauh dan perlu menempuh perjalanan sekitar 20 jam. Tuan Guru Ijai mengumpulkan orang kampung, lalu berucap, kenapa jenazah ini tidak di urus. Orang kampung pun banyak menjawab karena dia tidak terlihat ke masjid dan sering berkumpul dengan penjudi. orang kampung mungkin ingin memberi pelajaran kepada para penjudi yang sering membuat resah keluarga dan kampung tersebut.

Guru ijaipun berucap. Tahukah kalian kalau yang meninggal ini menyangga datangnya bala dari langit dan dari bumi untuk kampung ini. karena ia sesungguhnya tidak bermain judi, tapi berdoa agar kampung ini tidak ditimpa bala karena maksiat yang banyak dilakukan orang. kalian juga tidak tau dia sholat dimana, karena bagi orang yang dekat dengan Allah dia sholat pada tempat khusus agar bisa bermujat dengan khusu' kepada Allah

akhirnya baru orang kampung mau beramai-ramai mensholatkan si mayit. dan masyit tersebut merupakan seorang muqorrabun yang tidak diketahui oleh orang banyak.

dari hal tersebut kita bisa mengambil pelajaran, bahwa ada beberapa kawan yang kadang terlihat tidak seperti yang kita harapkan, namun sebenarnya menyimpan kemulian untuk hidup kita... dari Allah pasti sudah memberikan kebaikan pada semua makhluk berdasarkan kehendakNYA. oleh karena itu kita juga harus bisa membawa kawan kepada hal yang baik, walau kadang ada yang tidak sejalan dengan kita.

tinggal kita meninggalkan dengan baik-baik kalau dia memang tidak bisa diajak kepada kebaikan. pernah ada seorang di parsi berceramah tiap hari dikhalayak umum. awalnya banyak yang mendengar, sampai tidak ada lagi yang mendengarkan ceramah dia satupun. tapi iya tetap berceramah ditengah orang berseliweran. sampai ada yang bertanya, kenapa anda berceramah sementara tidak ada yang mau mendengarkan.
jawabnya..."ini untuk saya agar ingat dan tidak terikut seperti mereka". akhrinya beberapa kawannya yang semula maksiat mau kembali karena satu alasan sederhana dia tadi.

mohon maaf... bukan menggurui, tapi hanya berbagi melalui pandangan yang mungkin agak berbeda dalam menyikapi teman yang kita miliki.

Teman memang selalu menjadi faktor penting pelengkap hidup.. karna kita sebagai makhluk sosial tentunya tidak akan bisa hidup sendiri...

Senang bisa berteman denganmu sobat :)

Kalo sendiri gimana bisa hidup mas, memang saling membutuhkanantara satu dengan yanglainnya. hehe

Pemikiran terhadap teman biasanya terjadi karena kita melihat kebiasaan dan prilaku teman tersebut, tapi sebatas apa yang kita lihat saja ya mbah.

Iya mas, rata-rata lingkungan seperti itu bisa terjadi karena kita yang sudah terbiasa dengan pola prilaku lingkungan kita.

itulah kenapa kita harus pandai berteman bang kadir, dan kita juga harus tahu batasan dalam lingkaran pertemanan kita. hehe

Kisahnya inspiratif banget mbah, jangan berkomentar tentang orang lain dengan berpendapat dia buruk dari apa yang hanya kita lihat saja. Jadi pembelajaran banget ini (y)

Sebuah berlian lebih berarti dibanding banyaknya bongkahan batu
Tapu bukan berarti bongkahan batu yg banyak tidak ada gunanya.

Bagaimana pun ketika memilih berteman dengan seseorang harus punya batasan..

Hah iya.. Didikanku dr kecil dr org tua memberi kebebasan berteman dg siapa aja, dari tukang mabok, pecandu narkoba, anak yg super alim, anak yg bandel dikit, anak yg nurut bgt sm org tuanya. Alhamdulillah kebebasan berteman dg siapapun membuat aku banyak banget tau hal2 mana yg baik dan buruk. Pengalaman yg aku dapatkan nggak melulu harus aku lakukan, kdg denger cerita pengalaman temen2ku yg salah jalan bikin aku sadar, kl hidup harus seimbang.. :)

Orang tua saya juga pernah menasehati tentang memilih teman atau sahabat Mas. Maklum lah saya kan hidup merantau jadi harus berhati-hati dlm memilih teman atau kawan. Dan yg terpenting kita juga jangan terlalu curiga kepada orang lain. Kalau saya sih sudah sering dikecewakan oleh teman atau sahabat... khususnya dalam pinjam uang gak balik2 uangnya sampai sekarang jga hhihihi. Pdhl teman dekat dulunya. Dan yg terpenting kita harus berusaha jgn sampai mengecewakan orang lain yg sudah percaya penuh kepada kita. Kalau kata orang tua saya dulu Suket Godong dadi dulur ojo nganti Suket godong dadi mungsuh. Semangat ya Mas JUanda

iya bang... kadang kita salah menafsirkan kelakuan kawan. pernah waktu kecil kawan akrab saya hanya diam ketika saya berantem dengan orang lain. kondisinya saya di keroyok. saya nanya sama kawan saya, kok kamu diam... dasar penakut. kawan saya hanya diam. dan itu membuat pertemanan kami jadi jauh. akhirnya saya sadar, sebenarnya dia mengajarkan kita untuk melihat kebodohan kita sendiri. coba kalau di bantuin, mungkin kita akan jadi tambah sok jago, apalagi kalau menang. padahal tidak ada kemenangan sesudahnya. yang ada bonyok. heheheee

Siapapun temanmu asal bisa memberikan hal yang positif terlepas dari bagaimana polah tingkahnya mungkin tetap akan berarti bagi diri kita.

Semua berguna dengan situasi dan kondisi yang pas ya bang.

Iya mbak, daripada kitanya banyak teman tapi ga ada batasan kan nantinya ikut-ikutan teman. Enak kalo dalam hal baik, takutnya masuk ke hal yang buruk.

Dengan tahu mana yang baik dan buruk bisa jadi peringatan untuk batasan kita ya mbak. hehe

Seimbang ya mas dalam pilih teman teman sama curigaan sama orang lain.
Tahu bagaimana rasanya di kecewakan orang lain, harus jadi peringatan kita untuk tidak mengecewakan orang lain juga. (y)

Ambil positif nya mas, Batasan yang kita buatlah jadi peringatab kita untuk segala nya. hehe

-_- ini komentar apa artikel mbah
kalo di liat sama mang lembu di jadiin artikel nih
sebelum di ambil saya dulu yg ambil dah

Bener banget itu mang Rusdi, saya kemaren aja duduk di tempat tukang parfum ikut bau parfum
kan lumayan mau pergi gak ada parfum mampir nyoba2in doang terus beli yg kecil hahaha
*becanda ini mang

Setuju, memang baiknya gitu, berteman dengan siapa saja, asal tahu batasan. Yang jelas, siapapa pun temannya akan selalu ada hal positif yang bisa diambil..

Jadi ada hikmahnya juga kak.. kalau temenan sama orang yg buruk...
Bisa jadi pembelajaran nantinya..

Iya mas, daripada pilih-pilih teman tapi masih ga tahu batasan juga kan ribet.

Pembelajaran jangan sampai kita kek dia mbak, hitung-hitung jadi peringatan batasan kita kedepannya.

Iya betul, klo saya malah sering bngat ganti lingkungan. Klo asyk blog temannya blogger, klo lagi asyik traveling temannya traveler, klo asyk nontn dan nge mall temannya ank yng doyan mall.

Kaya bunglon dah


EmoticonEmoticon